Fenomena Kementrian Keuangan Yang Mengincar Youtubers dan Selebgram, Pantas kah ?

Selamat Pagi teman teman yang saya cintai, apa kabar anda di weekend ini ? Semoga semakin cetar lah pokok nya dari segi apa pun. amin !

Sembari menyeruput kopi sanger panas ala aceh pagi ini, saya mau menanggapi tentang fenomena kementrian keuangan ibunda sri mulyani yang akan mengincar selebgram, youtubers untuk membayar pajak nya.

Bu sri mulyani mengatakan bahwa mereka akan mengejar para pengguna sosial media yang menggunakan akun nya untuk mempromosikan produk atau jasa client nya.

“Jadi, apakah itu kegiatan ekonomi yang tradisional, atau yang sifatnya sekarang baru, tentu kami identifikasi. Kami juga, kemudian bisa kumpulkan hak dari negara, untuk dapatkan pajak,” kata bu sri mulyani al mukarrom.

Sebenarnya fenomena ini sudah lama ada, sebelum ada selebgram dan youtubers sudah ada istilah selebtweet. saya juga dulu di twitter termasuk yang mengiklankan produk atau jasa di twitter, saya juga termasuk agency yang mencari iklan untuk komunitas admin admin twitter yang bergabung dengan saya istilah nya buzzer. Karena menjadi Buzzer kerap kami di undang talkshow di banyak radio di medan, di undang di acara acara. Pastinya kalo ketemu follower di panggil-panggil, kadang di traktir :p.

Bahkan di sebuah coffee shop di medan, kami mendapat diskon 50% setiap belanja apapun. dengan syarat ngetweet jika berkunjung ke cofffee shop tersebut.

Soal iklan, apa saja iklan yang kami dapat ?kami banyak dapat iklan dari produk lokal, produk provider, produk luar, hingga mnjadi buzzer politik. Uang nya ? ya tentatif, dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Jadi, Menanggapi ini, kalau menurut saya, ibunda sri mulyani harus membuat kriteria nya dulu siapa saja yang akan mereka wajibkan untuk pajak.

Rangkumlah, dengan kriteria:

1.omset berapa juta/ bulan.  jangan semua di kenakan, ini yang dapat mematikan UKM yang ingin mengasah kreatifitasnya. mau galakkan UKM kok malak UKM yang rendah. Coba Ibunda selesaikan dulu kewajiban pada pengusaha-pengusaha yang besar, pejabat besar dan sebagai nya.

2.lihat dari mana iklan mereka dapatkan? apakah dari agency atau perusahaan yang punya produk dan jasa yang langsung menawarkan produk. jika dari agency, kenakan pajak nya ke agency saja, karna agency yang meraup untung gila-gilaan.

Memang benar, gila-gilaan omset para youtubers, selebgram ini mengalahi para selebtweet. Tapi Kenyataannya, yang youtubers dan selebgram mempunyai omset tetap 10 juta keatas  tidak banyak, ini dapat membuat yang pemain baru akan takut memulai bermain sebgai youtubers, selebgram dan lain lain jika semua diwajib kan.

Biarkan anak negri menggali kreativitas nya dulu, memanfaatkan media-media seperti ini untuk mencari dolar. fenomena menggunakan sosial media ini belum semua nya tahu, masih banyak yang menggunakan sosial media hanya sebatas stalking mantan, menyapa teman-teman nya dari pagi-malam, Membuat status alay, dan sebagai nya.

So, sebaiknya dan baik nya juga, untuk penetapan pajak bagi youtubers, selebgram, jangan terlalu cepat di ambil keputusan nya. itu kesimpulan nya dari saya dari seorang pemain baru :).

oiya, sebelumnya saya ada nulis tentang nasehat jack ma yang membuat surat untuk anak nya. isi nya sangat bagus daan menyentuh. silahkan anda klik link disamping untuk melahap nya >>> Nasehat pentig jack ma untuk putra nya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*