Menjadi Katak Rebus Dalam Dunia Bisnis,Cara Ampuh Membunuh Diri Secara Perlahan

Video Internet, E-Commerce, Blog, E-mail, Sosial Media, dan ketiadaan Sensor Internal: Itulah Pergeseran- pergeseran yang merontokkan perusahaan-perusahaan besar saat ini.

Yang tidak kita sadari adalah bahwa pergeseran semacam itu tidak terjadi dalam satu malam dan secepat kedipan mata, Akan tetapi merayap secara perlahan di badan kita, IBARAT MEREBUS KATAK: Jika anda letakkan katak ke dalam panci berisi air mendidih, maka sang katak akan langsung lompat ke luar dan Marah.

Namun, Jika anda letakkan katak tadi ke dalam panci berisi air biasa, lalu kita hangat kan sedikit demi sedikit, dan perlahan suhu panas nya kita naikkan, sang katak akan tetap berenang- renang sampai sang katak akhirnya matang.

Artinya Apa ? Seperti kita, Katak lebih peka terhadap perubahan mendadak. Jika terjadi secara perlahan, tingkat kewaspadaan menjadi berkurang sebelum sadar, Menjadi kan kita LALAI.

Peter Drucker, Yang dianggap sebagai bapak manajemen modern, mencatat hal ini pada umur 94 tahun nya: ” kita sekarang menerima fakta bahwa belajar adalah sebuah proses terus menerus untuk merangkul perubahan. Sementara tugas yang paling sulit adalah mengajari cara orang belajar “.

Dalam dunia bisnis kita memang di tuntut tidak stagnan di cara yang sama, dan berpatok pada ide-ide lama saja. Namun, kita harus mengikuti aliran zaman,dan pasar, Apalagi anda tahu bagaimana zaman sekarang. Jika kita tak berubah dan merasa puas diri, maka siap-siap perusahaan anda GULUNG TIKAR. So, the point is jangan takut pada perubahan.

Seperti biasa, sebelum Menutup artikel ini, maka saya akan berikan sebuah quotes yang saya kutip dari buku nya Jeremy Gutsche yang berjudul 150 exploiting chaos.

” JIKA ANDA BESAR, LAKUKAN HAL KECIL, JIKA ANDA KECIL, LAKUKAN HAL BESAR. “

 

Semoga Ada Manfaat nya ! GANBATTE !!

 

 

Baca Juga:

Nasehat Jack MA, CEO ali Baba untuk anak muda

15 tips sukses pitching ala wempy dyocta koto

5 pola pikir milyuner yang patut anda tiru 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*