Yuk Manfaatkan Kaum Rebahan yang Mager Untuk Membangun Bisnis Mu

apa kabar kalian ? semoga semakin bahagia ya ?

Selama ini mungkin teman-teman pernah atau sering mendengar nasihat yang berkaitan dengan pengaruh buruk dari rasa malas.  Seakan-akan malas itu harus dihindari, seperti virus yang membawa penyakit dalam tubuh kita. Sehingga, setiap kali melihat orang yang terlihat sedang bermalas-malasan, langsung terlintas pikiran buruk.

Benarkah malas itu tidak ada manfaatnya?

Kali ini saya ajak teman-teman untuk melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

Malas itu bermanfaat.

Saya ulangi sekali lagi. Malas itu bermanfaat. Bagi yang tahu dan bisa memanfaatkannya di bidang yang sesuai para kaum rebahan yang memilik rasa mager ini.

Manfaat Kemalasan Orang Lain

Cobalah melihat apa yang terjadi di sekitar kita saat ini. Ada banyak bisnis yang muncul karena terinspirasi oleh rasa malas.

Masasih ada?

Ada. Mari kita lihat contohnya.

Jasa LAUNDRY (mencuci dan seterika baju) saat ini menjamur di kota-kota besar dan kecil di Indonesia. Ada yang menggunakan sistem kiloan, ada yang satuan, ada yang beberapa jam selesai. Bisnis ini muncul karena ada sebagian orang yang MALAS MENCUCI. Terutamayang menjangkiti mahasiswa dan anak kos. Daripada waktu habis buat mencuci, lebih baik pakaian kotor dimasukkan ke laundry kiloan dengan biaya hemat.

Jika mula-mula laundry kiloan membidik target anak kos, sekarang target konsumennya meluas. Mulai dari karyawan yang sibuk yang kekurangan waktu untuk mencuci baju. Keluarga kecil yang memiliki keterbatasan lahan untuk menjemur. Bahkan tamu-tamu hotel dan penginapan, entah pebisnis atau pelancong. Mereka yang hanya membawa bekal pakaian terbatas, terbantu dengan tawaran laundry kilat. Saya yakin selain yang saya sebutkan tadi masih banyak lagi jenis pelanggan laundry.

FOOD DELIVERY ORDER, layanan pesan dan antar makanan. Bisnis ini dipicu oleh fenomena MALAS KELUAR untuk membeli makanan. Saya yakin saat ini semakin banyak rumah makan maupun restoran yang bekerja sama dengan layanan aplikasi ojek online. Jumlah pemain bisnis dan pelanggannya semakin meningkat.

Baca Juga: Benarkah orang yang selalu Bahagia lebih cepat karir sukses nya ?

Alasan pemesanan karena sibuk dengan pekerjaan, waktu tempuh perjalanan yang semakin lama, kepadatan lalu lintas yang semakin memusingkan. Atau alasan kepraktisan dan hemat waktu. Tinggal pesan, lalu gunakan waktu menunggu untuk hal yang lebih penting. Tahu-tahu pesanan dating. Ya, bukan hanya berbicara tentang selera dan harga. Tapi waktu dan kepraktisan menjadi pertimbangan utama.

Tidak heran sekarang muncul istilah bisnis GHOST KITCHEN. Dimana sebuah bisnis kuliner tidak lagi mengandalkan outlet/ruang bisnis khusus. Bisa jadi bisnis ini dilakukan di dalam dapur sebuah rumah yang lokasinya tidak berada di pinggir jalan besar. Sangat menghemat modal tetap dengan memaksimalkan kemudahan jaringan internet untuk melakukan promosi penjualan secara online.

TAKSI / OJEK ONLINE. Dahulu kepemilikan sebuah kendaraan menjadi tolok ukur tingkat kemakmuran/gengsi seseorang. Berbeda dengan fenomena yang terjadi saat ini. Daripada punya mobil bagus, hanya dipakai untuk mengantar dan menjemput. Setiap bulan ada kewajiban keluar biaya bensin, biaya perawatan rutin mobil di bengkel, pajak kendaraan bermotor dan menyediakan garasi untuk menyimpan kendaraan. Ternyata sebagian orang setelah menghitung-hitung biaya, bisa lebih hemat order taksi/ojek online selain mengunakan transportasi masal (kereta komuter, MRT dan bis trans).  

Baca Juga: Aset Psikologi yang dimiliki oleh tokoh sukses dunia

Target pelanggan mereka adalah orang-orang yang MALAS BOROS. Jika dengan biaya yang lebih hemat, bisa mendapatkan kemudahan transportasi dengan kualitas kendaraan yang bagus. Mengapa harus membeli kendaraan pribadi? Ditambah lagi munculnya aplikasi baru dimana seseorang yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menawarkan jasa “menumpang kendaraan” untuk orang-orang yang satu arah perjalanannya. Tentu saja ada biaya yang ditanggung bersama, misalnya untuk pengeluaran bahan bakar.

Masih banyak lagi contoh bisnis yang muncul karena memanfaatkan rasa MALAS dari orang-orang di sekitarnya. Teman-teman bisa mencarinya dengan mudah.

Tips Mencari Ide Bisnis

Beberapa tips di bawah ini bisa teman-teman gunakan untuk mencari ide bisnis dengan memanfaatkan kemalasan yang teramati di sekitarnya.

  1. Peka pada peluang. Perhatikan apa yang menjadi pemicu rasa malas dari orang-orang di sekitar kita lalu pikirkan solusi untuk membantu mereka sekaligus menjadi sebuah bisnis baru buat kita.
  2. Manfaatkan kemudahan teknologi untuk mendukung ide bisnis yang kita temukan.
  3. Segera manfaatkan momentumnya untuk memulai.
  4. Cari tahu ilmunya untuk mengembangkan bisnis yang sudah dimulai. Konsisten dan disiplin dalam mengelolanya. Belajar bisa darimana saja. Terutama dari orang-orang yang lebih paham ilmu dan prakteknya.

Beberapa tips diatas cukup untuk memulai sebuah usaha dengan memanfaatkan rasa malas dari orang lain. Bahkan seorang wirausaha pun bisa disebut orang yang malas. Mereka malas membuang-buang waktu. Mereka malas dengan cara-cara yang tidak produktif, sehingga menciptakan metode yang lebih praktis, terukur dan menghasilkan keuntungan.

segitu dulu ulasan kali ini “ Yuk Manfaatkan Kaum Rebahan yang Mager Untuk Membangun Bisnis Mu” semoga menambah wawasan kita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*